1. Gudeg Jogja
Posisi dengan rating paling banyak di cari di Jogja adalah Gudeg. Gudeg tentu bukan nama yang asing buat para pecinta kuliner. Gudeg adalah makanan dari nangka muda yang dimasak dengan menggunakan santan. Rasa dari Gudeg ini adalah manis seperti daku ini yang manisnya teramat sangat. (Cukup)
Oseng Mercon
Jika sebelumnya adalah cemilan dari binatang tak biasa, kali ini adalah makanan yang menantang karena pedasnya. Ingin menguji ketahanan anda akan rasa pedas? Langsung arahkan kendaraan anda ke Jalan KH. Ahmad Dahlan.
Isi dari oseng mercon ini adalah kulit, lemak, kikil, dan tulang muda yang dimasak dengan bumbu super pedas yang mampu ‘meledakkan’ lidah anda, layaknya mercon. Bersiaplah untuk kepedasan hingga berkeringat, sekalipun anda penggemar masakan pedas.

Warung lesehan ini buka sampai pukul 11 malam. Untuk mendapatkan seporsi oseng mercon, anda harus menyiapkan uang sebesar IDR15.000 – IDR20.000. Uniknya, sekarang juga sudah dijual Oseng Mercon Bu Narti dalam kemasan kalengan, sehingga cocok untuk dijadikan oleh-oleh anda yang sedang berlibur di Jogja.
2. Geblek
Ini merupakan makanan ringan dari Kabupaten Kulonprogo, daerah sisi barat Yogyakarta. Geblek terbuat dari tepung tapioka yang dibumbui dengan bawang putih. Warnanya putih, teksturnya kenyal seperti cireng. Saat digoreng, bagian luarnya menjadi garing, namun dalamnya tetap empuk.
Untuk menambah cita rasanya, geblek bisa dinikmati dengan siraman saus kacang. Cemilan ini cocok untuk dijadikan oleh-oleh khas dari Jogja, selain bakpia atau gudeg. Belilah geblek yang belum digoreng, kemudian anda bisa menggorengnya sendiri sesampainya di rumah. Geblek mentah bisa bertahan selama hampir seminggu, sementara geblek yang sudah digoreng hanya mampu bertahan kira-kira sehari saja.

Jadah Tempe Mbah Carik
Menuju ke bagian utara Jogja, mulai memasuki Jl. Kaliurang atas, anda akan menemukan banyak warung yang menjual jadah tempe. Jadah merupakan makanan khas Kabupaten Sleman, yang terbuat dari ketan dicampur kelapa. Rasanya gurih dan nikmat.
Sebagai pendamping jadah, ada tempe bacem yang manis, yang sangat cocok ditangkupkan dengan jadah dan digigit dalam sekali gigitan. Cita rasa sederhana jadah tempe justru malah menarik hati Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang gemar mengudap panganan sederhana ini.
Dari sekian banyak penjual jadah tempe, ada satu yang paling terkenal, yaitu Jadah Tempe Mbah Carik. Harganya berkisar IDR10.000 – IDR30.000, sesuai dengan pilihan paket yang anda pilih. dapat ditemukan di daerah adem Kaliurang, dan buka dari pagi hingga sore.
3. Sop Ayam
Di saat hujan mengguyur kota Jogja waktu anda sedang berlibur di sini, paling pas menghangatkan tubuh dengan menikmati Sop Ayam Pak Min. Walaupun sop ayam ini berasal dari Klaten, Jawa Tengah, namun di Jogja sudah banyak dibuka cabangnya dan menjadi salah satu makanan yang banyak dicari orang yang berkunjung ke Jogja.

Selain Sop Ayam , ada lagi makanan penghangat tubuh yang melegenda di Jogja, yaitu Soto Kadipiro yang sudah berjualan sejak tahun 1921 alias sejak Indonesia belum merdeka! Alamatnya di Jalan Wates Km. 2 dan buka pukul 07.30 – 21.00 WIB. Harga per mangkuk soto di sana murah saja, yaitu IDR15.000 – IDR25.000. Reputasinya sebagai warung soto veteran membuat Warung Soto Kadipiro mudah anda capai. Anda tidak perlu bersiap blusukan!
4. Tengkleng Gajah Jogja
Bukan literally tengkleng dari daging gajah, Tengkleng Gajah Jogja merupakan tengkleng yang berbahan dasar daging kambing. Namun, karena disajikan dalam porsi yang besar, maka disebut tengkleng gajah. Ada dua jenis tengkleng yang ditawarkan, yaitu tengkleng tongseng dan goreng. Kalau anda ingin menikmati tengkleng berkuah, maka pilihlah tengkleng tongseng dan kalau anda ingin yang kering, bisa memilih tengkleng goreng.

Lokasinya ada di Jalan Kaliurang Km. 9,3, agak sedikit keluar dari jalan raya. Meskipun lokasinya di pedesaan, tapi tetap banyak orang yang mengunjungi warung ini karena penasaran. Tenang saja, apabila mengikuti panduan jalan ke Tengkleng Gajah Jogja, anda tidak akan kesasar kok.
Selain tengkleng, ada pula menu lainnya seperti gulai dan sate. Untuk seporsi tengkleng, harganya IDR30.000. Tidak mahal untuk porsi jumbo yang mengenyangkan, yang bahkan bisa disantap oleh dua orang.
5. Mangut Lele
Di Jogja, lele tidak hanya digoreng untuk pecel lele, namun diolah dengan cara berbeda. Rumah makan Mangut Lele Mbah Marto terletak di Jalan Parangktritis Km. 6,5 atau di belakang Institut Seni Indonesia (ISI).
Di sini, lele yang sudah dimasak dengan cara diasap dengan kayu bakar, kemudian dicampur dengan santan dan cabai, hingga jadilah mangut lele dengan dominasi warna merah yang menggiurkan. Apalagi ditambah butiran-butiran petai yang dicampurkan dalam wajan besar berisi mangut lele.

Tempatnya adalah rumah sederhana dan begitu anda sampai, anda bisa menuju langsung ke dapur untuk memilih dan mengambil sendiri lauk-pauk yang disediakan dalam beberapa baskom. Kalau sudah selesai mengambil makanan anda, anda bisa duduk di area dalam maupun teras rumah.
Dengan harga yang murah, kira-kira IDR20.000 per porsi, tergantung lauknya, anda sudah bisa menikmati makanan rumahan yang enak dalam kesederhanaan yang menyenangkan.
6. Sego Abang Lombok Ijo Jogja
Alih-alih franchise Ayam Goreng Lombok Idjo yang memang sudah buka cabang di mana-mana, sego abang (nasi merah) lombok ijo ini merupakan makanan khas Gunungkidul. Lucunya, warung Sego Abang Lombok Ijo Jogja yang terkenal letaknya di Jalan Raya Turi Km. 1 atau di daerah utara Jogja.
Warung makan sederhana di tepi jalan ini menyajikan menunya dalam satu paket lengkap berisi nasi merah, sayur lodeh lombok ijo, gudeg daun pepaya, dan berbagai lauk-pauk seperti empal goreng, botok, pepes, ayam kampung goreng, tahu, dan tempe.

Untuk menikmati menu makanan dan minuman yang ada di sini, anda perlu merogoh kocek kurang-lebih sebanyak IDR20.000. itu tergantung lauk apa yang anda pilih sebagai pendamping nasi merahnya. Sajian makanan yang nampak ndeso justru bisa membuat anda semakin lahap makan karena terasa seperti makan di rumah sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar